Selasa, 01 September 2015

FF MY DAY CHAP 2

Hallo … salamat berkunjung di blog ku, kali ini aku buat ff ku sendiri lhoo
Mianhae kalo banyak TYPO, maklumlah masih amatiran hehe
Setelah baca, mohon kritik dan sarannya ya chingu … KHAMSANIDA

TITLE         : MY DAY
AUTOR       : NOPIYA KRISTIANIK
GENRE      : SCHOOL LIFE,SAD,ROMANCE
LENGHT  : CHAPTERED
MAIN CAST :
-         KIM HYO JUNG as HYORIN
-         LEE CHAN SUNG as LEE JOON
-         PARK SANG HYUN as THUNDER
OTHER CAST :
-         KIM DASOM as DASOM
-         KIM MYEONG SO as L
-         SOYOU and The Geng ( BORA & MINJI)
-         SUNGYEOL, SEHUN
SUMMARY : YOUR SMILE IS MY HAPPINES


HAPPY READING *.*
Pre-view chap
Lee joon pov

 “heyy bangunnn” ucapku membangunkannya, namun dia tak bergeming sama sekali. Aishh ku coba bangunkan lagi dia sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya “heyy kau bangunnn” namun dia masih tak bergerak sama sekali. Karna sangat jengkel akhirnya akupun mengambil air yang di bawa oleh hoobae di depannya dan ku guyurkan air itu ke wajahnya. Dan yupp aku berhasil membuatnya terbangun karena kaget. “huuwaaaaa…banjirr bajirrr” terianya sangat keras yang hampir membuat gendang telinga pecah. Sontak semua orang d ruangan ini menoleh ke arahnya dan tertawa keras. Ku lihat mukanya memerah dan ia kini menunduk. “heyy kau, kenapa kau tidur di saat sunbaemu menjelaskan materi? Kau sungguh tak menghargai kami haahh??” bentakku kepadanya. Dia menundukkan kepalanya, “heyy apa kau bisu hahh? Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku?” bentakku lagi dan ia masih diam saja. “ok kalau kau tak mau bergeming kau akan di hukum!!” bentakku penuh penuh penekanan. Dia mendongak dan akhirnya menjawab “mianhae sunbaenim, mianhae” ucapnya lirih. “hahhh aku tak peduli cepat ikut aku” jawabku sedikit merendahkan intonasiku. Semua orang disini hanya diam dan tak bergeming menatap kearah kami yang pergi meninggalkan kelas.



MY DAY CHAPTER 2

Autor pov
Lee joon keluar kelas diikuti hyorin di belakangnya, mereka menuju ke lapangan basket dimana para sunbae sedang ada pelajaran olahraga. Lee joon berhenti dan membalikkan badannya “heyy kau, kemari” perintahnya pada hyorin dan hyorin pun langsung menuju kedepan lee joon. “ne…sunbae” jawab hyorin dengan gugup. “pegang ini!! Dan pakai yang ini !!” suruh lee joon yang menyodorkan sapu dan baju lusuh compang camping bak seorang pengemis kepada hyorin, namun hyorin malah bingung dengan semua itu. Seakan tahu isi pikiran hyorin, lee joon pun berkata “gunakan sapu itu untuk menyanyi dan pakailah baju itu di tengah lapangan” hyorin pun tercengang mendengarnya dan membulatkan matanya “mwooo???” “ apa kau tuliii???? Kau tak mendengarku tadi berkata apa???” geram lee joon “aniii sunbae…tapi…” kata hyorin terhenti karna lee joon sudah memotong bicaranya “tidak ada kata tapi !!! cepat lakukan!!!” titah lee joon penuh ketegasan. Hyorin hanya bisa menurut tanpa melawan, akhirnya ia memakai baju itu dan berdiri di tengah lapangan sambil memegang sapu sebagai michrophone.nya dan ia mulai menyanyi dengan perasaan sedih. Para sunbaedisana tertawa, mengejek, bahkan  ada juga yang mulai mencibirnya. “kurasa ini berlebihan joon” ucap sungyeol yang tiba tiba muncul dan di beri anggukan oleh sehun. “kalian berpihak padanya???” ucap lee joon mulai emosi. “bukan seperti itu, tapi aku merasa kasihan padanya” balas sungyeol dan sehun pun hanya mengangguk. “biarkan saja dia seperti itu” sahut soyou yang tiba-tiba datang dengan genk nya.
“hey kau tak usah ikut campur dengan ini, ratu gossip” cibir sehun pada soyou “hey cadel, dengar yaa…pertama aku tak sedang ikut campur dan hanya berkomentar saja. Kedua, aku memang ratu gossip, lalu kau mau apa haa???” soyou pun geram dengan sehun. “ wahhh dia marahh liat yeol-ahh dia marahh, si ratu gossip marah…ahhhh atuttt” sehun malah makin mencibir soyou “yak!! Kau minta di hajar ya??” jawab soyou dengan emosi yang meluap-luap. “heyy kalian, hentikan pertengkaran bodoh ini!!!” tukas lee joon yang mulai geram dengan orang-orang di sekitarnya itu. Mereka pun akhirnya terdiam, mendengar ucapan lee joon. Dan sekarang tengah memandang hyorin yang tengah bernyanyi dengan menundukkan kepala, yaa…dia bernyanyi sambil menangis. Ada beberapa sunbae yang melemparinya dengan gumpalan-gumpalan kertas dan mencemooh dirinya. “heyy..dia menangis” ucap minji yang memperhatikannya “iyaa..dia menangis” timpal bora juga. “paling-paling dia hanya acting agar joon oppa menyudahi hukumannya” jawab soyou dengan tatapan sinis. “aku yakinnn..dia hanya acting” lanjutnya. Hyorin sudah tak kuat dengan semua ini, dia berlari meninggalkan lapangan dengan air mata yang terus mengalir. “eommaaa…mianhae” ucapnya dalam hati. Ia terus berlari menaiki anak tangga hingga ia sampai di atap sekolah. “hikss…eomma…hikkss,…hikss” kini ia menangis dengan sangat keras.

Thunder pov
Aku mendengar ada seseorang yang sedang menangis saat aku akan menuju tempat favorit ku, yaitu atap sekolah. Aku berjalan perlahan dan membuka pintu, aku melihat seorang yeoja tengah meringkuk dan menangis disana. Ku hampiri ia “gwaenchana??” tanyaku padanya, yang entah mengapa partanyaan bodoh itu terlontar dari mulutku dan yang tau dia sedang menangis. Dia mendongak menatapku dengan mata sembab “sunbae…” suaranya bergetar, ohhh apa ini??? Dia memelukku. Yaa dia sekarang memelukku, erat begitu erat dan ia makin terisak. Tanpa kusadari aku membalas pelukannya dan membelai rambut panjangnya sengan lembut. “uljimaa ne..” ucapku untuk menenangkannya.

Lee joon pov
Kemana anak tadi, kepa ia berlari dan menangis. Tapi kemana larinya dia itu? Aggrrhhh aku jadi pusing jika begini. “kurasa kau harus minta maaf padanya” ucap sungyeol yang membuyarkan lamunanku “minta maaf? Kenapa aku harus minta maaf ? aku tak salah “ kilahku “kau memang tak salah, tapi kau keterlaluan padanya” aku terdiam beberapa saat *apakah iya aku keterlaluan* batinku .“minta maaf lah, kau telah mempermalukannya dan membuat hatinya terluka. Seharusnya kau tak boleh seperti itu” ucap sungyeol dan pergi meninggalkanku. “agggghhrrrhh aku bisa gila jika seperti ini.

Autor pov
Disisi lain, hyorin telah berhenti menangis dan kini ia duduk di kursi panjang yang ada di atap sekolah. “inii” thunder memberikan sebotol minuman kepada hyorin “gomawo sunbaenim” ucapnya meminum minuman itu. “kenapa kau menangis? “ Tanya thunder memulai pembicaraan “ouhh..tidak, aku taka pa sunbaenim “ jawab hyorin bohong. Suasana hening sejenak, taka da percakapan diantara mereka. Hingga hyorin angkat bicara “terima kasih sunbae” “untuk apa? “ Tanya thunder “untuk minumannya dan untukkk…..bahunya” ucap hyorin pelan saat mengatakan “bahu” namun itu masih terdengar oleh thunder “ohh..ne tapi lihatlah gara-gara kau seragamku jadi lusuh” canda thunder pada hyorin. “ahh..mianhae sunbae, aku..aku akan mencucikannya untukmu” jawab hyorin yang merasa bersalah “hahaha “ thunder malah tertawa mendengar ucapan hyorin. Hyorin pun nampak bingung dengan thunder yang malah tertawa “wae sunbaenim??” Tanya hyorin bingung. “hahaha anniya, tapi kau lucu sekalii hahaha”  thunder masih saja menjawab dengan tertawa dan semakin membuat hyorin bingung. “hahahh ahhh kau tak perlu mencuci bajuku, aku tadi hanya bercanda” jawab thunder dengan senyumnya yang memabukkan wanita #ciieee   
Hyorin memandang thunder dengan tatapan yang bisa di ekspresikan. “kenapa memandangku seperti itu?” Tanya thunder yang membuat hyorin tersentak. “ahh…annniii sunbae” jawab hyorin gugup sekaligus salting. “hmm..sepertinya sebentar lagi akan bel pulang, ayo kembali ke sekolah” thunder melirik jam tangannya dan kemudian menarik tangan hyorin untuk berdiri. Namun, baru saja ia akan berjalan hyorin tak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlepas dan ia hampir saja jatuh jika thunder tidak menangkapnya. Mereka terdiam beberapa saat sebelum kemudian tersadar dengan posisi yang kurang mengenakkan itu. Yaa thunder memeluk tubuh ramping hyorin dan hyorin berpegangangan pada lengan thunder. Akhirnya mereka merubah posisi mereka dan berdiri tegak. Salting, yaaa keduanya menjadi canggung dengan kejadian barusan. “mianhae sunbae..” hyorin menunduk dan akhirnya berlari meninggalkan thunder yang masih terdiam di tempatnya. Namun, kini sudut bibirnya tertarik keatas. “kurasa, gadis itu menarik juga” gumamnya dalam hati




TBC
Huuuahhh akhirnya selesai juga chap 2 nyaaa…huffttt capek bangett, ada yang penasaran lanjutan ceritanya???? Tunggu di MY DAY chap 3
Segeraa !!!! gomawo *-*





Tidak ada komentar:

Posting Komentar